Program S1 Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta

Informasi tentang Program S1 Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan disampaikan Kuliah.News kali ini, silahkan baca informasi Program S1 Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dibawah ini

Program S1 Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta


VISI DAN MISI

1. Visi
Visi Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM (DTSL FT UGM) adalah menjadi institusi pendidikan tinggi di bidang teknik sipil yang bertaraf internasional dan menghasilkan lulusan yang andal dan bermoral, profesional, berkompeten, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

2. Misi
DTSL FT UGM mengemban misi sebagai berikut ini.

  1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan tenaga ahli dalam bidang teknik sipil yang andal, bermoral, kompeten, dan profesional.
  2. Menyelenggarakan penelitian yang menopang pendidikan dan kemajuan ilmu, teknologi bidang infrastruktur, terutama pada tingkatan perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengoperasian, dan perawatan.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan segenap unsur sivitas akademika dengan memberdayakan peran serta pemangku kepentingan (stakeholders).
  4. Meningkatkan manajemen program studi yang transparan, akuntabel, dan mampu mendorong kinerja sivitas akademika program studi serta menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan lembaga pendidikan, lembaga penelitian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menuju institusi unggul dan bertaraf internasional.

TUJUAN PEMBELAJARAN (PROGRAM EDUCATIONAL OBJECTIVE)

PEO-1 Memiliki kemampuan profesional dalam kegiatan perencanaan, perancangan, pelaksanaan/ pembangunan, pengkajian ilmiah dan pengelolaan di bidang teknik sipil yang berwawasan lingkungan.
PEO-2 Mampu berperan nyata dalam merumuskan dan menyelesaikan persoalan infrastruktur publik berbasis pertimbangan aspek keteknikan, ekonomi, lingkungan, standar dan etika profesi.
PEO-3 Mampu menerapkan prinsip kepemimpinan, berkomunikasi dan bekerjasama secara teamwork untuk meningkatkan karir ketekniksipilan di bidang teknik struktur, keairan, transportasi, lingkungan, geoteknik dan manajemen konstruksi.

LUARAN PEMBELAJARAN (STUDENT OUTCOME)

a. Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan matematika, sains, teknologi dalam bidang teknik sipil
b. Memiliki kemampuan dalam merancang dan melakukan penelitian, serta menganalisis dan menginterprestasi data
c. Memiliki kemampuan merancang sistem  dan infrastruktur bidang teknik sipil sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan berbagai kendala seperti kendala ekonomi, lingkungan, kesehatan dan keamanan
d. Memiliki kemampuan bekerjasama dalam tim multidisiplin
e. Memiliki kemampuan mengidentifikasi, memformulasi dan menyelesaikan permasalahan bidang teknik sipil dengan mempertimbangkan potensi pemanfaatan sumber daya lokal
f. Memiliki pemahaman kepemimpinan, tanggung jawab dan etika profesi dalam bidang teknik sipil
g. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik
h. Memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang dampak dilaksanakannya pembangunan infrastruktur terhadap aspek sosial, ekonomi dan lingkungan
i. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk pengembangan diri dan pembelajaran menerus
j. Memiliki pengetahuan tentang perkembangan isu-isu terkini dalam bidang teknik sipil
k. Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengaplikasikan teknologi dan piranti lunak terkini dalam bidang teknik sipil

KETERKAITAN ANTARA CAPAIAN PEMBELAJARAN (SO) DAN TUJUAN PENDIDIKAN (PEO)

KeterkaitanSO

KEGIATAN PERKULIAHAN

Kuliah adalah kegiatan akademik tatap muka antara dosen dan mahasiswa dalam rangka transformasi ilmu pengetahuan, diskusi dan sebagainya yang dilaksanakan di ruangan maupun di luar ruangan.

Pembelajaran di DTSL FT UGM dilakukan dengan mengacu pada sistem penjaminan mutu akademik yang telah digariskan oleh UGM. Link ini menunjukan Prosedur Proses Belajar Mengajar di DTSL FT UGM. Sistem pembelajaran yang mengacu pada pembelajaran berbasis penyelesaian masalah (problem-based learning) sangat banyak diadopsi oleh para dosen, khususnya mata kuliah yang sarat dengan bobot engineering. Di samping itu, teknik pemberian materi kuliah telah banyak mengacu pada pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif para mahasiswa (student-centered learning). Setiap mata kuliah diampu oleh team dosen. Umumnya, satu mata kuliah diampu oleh dua orang dosen.

Dalam satu semester, setiap mata kuliah diberikan dalam 14 kali pertemuan yang diatur dengan jadwal sebagai berikut:

  1. Minggu ke-1 s.d. ke-7       : 7 kali kuliah tatap muka,
  2. Minggu ke-8 dan ke-9       : ujian tengah semester,
  3. Minggu ke-10 s.d. 16        : 7 kali kuliah tatap muka,
  4. Mingga ke-17 dan ke-18    : ujian akhir semester.

Di samping kuliah tatap muka, diselenggarakan pula bimbingan oleh asisten dalam forum tutorial dan asistensi tugas-praktikum. Beberapa mata kuliah, khususnya yang sarat dengan bobot engineering, biasanya menyelenggarakan kunjungan ke obyek infrastruktur teknik sipil yang dikemas dalam kegiatan kuliah lapangan.

TATA TERTIB UJIAN

Dalam mengikuti kuliah, mahasiswa wajib mentaati tata tertib perkuliahan berikut ini.

  1. Mahasiswa peserta kuliah harus sudah hadir sebelum kuliah dimulai. Bagi mahasiswa yang terlambat lebih dari 10 menit setelah kuliah dimulai, sebaiknya tidak masuk kelas, karena akan mengganggu dosen dan mahasiswa lainnya.
  2. Mahasiswa tidak boleh meninggalkan ruangan sebelum kuliah selesai.
  3. Alat komunikasi (HP) tidak boleh diaktifkan.
  4. Menjaga suasana kuliah tetap tertib.
  5. Mahasiswa berpakaian rapi (memakai kemaja) dan sopan, bersepatu. Peserta kuliah tidak boleh memakai sandal, kaos oblong dan celana berlubang dilutut.
  6. Peserta kuliah tidak dibenarkan membuat coretan-coretan di kursi/meja dan tindakan vandalisme yang lain. Tindakan vandalisme akan berakibat dijatuhkannya sangsi akademik.
  7. Mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir matakuliah tertentu bila tingkat kehadirannya dalam seluruh rangkaian kegiatan perkuliahan mata kuliah tersebut kurang dari 70 % dari total kuliah.

KURIKULUM

Mulai tahun ajaran baru 2011, DTSL FT UGM telah menerapkan Kurikulum 2011, yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2006. Kurikulum Program Studi Teknik Sipil 2011, seperti halnya semangat kurikulum 2006 mengantar mahasiswa ke gerbang kompetensi sesuai dengan minat mahasiswa.

Kurikulum Program Studi Teknik Sipil 2011 memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk memilih kompetensi yang diinginkan dan tetap dalam koridor Teknik Sipil dan Lingkungan. Kurikulum yang dikembangakan di Program Studi Teknik Sipil adalah kurikulum 3+1. Kurikulum 3+1 terdiri dari dua bagian utama di mana pada 3 tahun pertama (semester I s.d. VI), mahasiswa dibekali ilmu dengan kompetensi teknik sipil, sedang pada 1 tahun terakhir (semester VII dan VIII) berisi pengkayaan keilmuan teknik sipil. Mahasiswa dapat memilih salah satu dari 5 (lima) jalur yang ditawarkan, yaitu:

  1. Reguler: mahasiswa dapat mengambil matakuliah dalam disiplin teknik sipil dan/atau memperkaya wacana dalam disiplin ilmu di luar teknik sipil.
  2. Interdisipliner: transfer kredit dalam negeri, mahasiswa dapat mengambil matakuliah dalam disiplin teknik sipil dan/atau memperkaya wacana dalam disiplin ilmu di luar teknik sipil.
  3. Internasional: transfer kredit luar negeri, mahasiswa dapat melanjutkan kuliah di luar negeri, sekaligus untuk menumbuhkan kepercayaan diri dalam pergaulan internasional.
  4. Magang: mahasiswa dapat memperkaya pengalaman di bidang praktek usaha jasa konstruksi, baik konsultan perencana, kontraktor pelaksana, konsultan supervisi, atau di instansi terkait.
  5. Percepatan Studi (fast track): mahasiswa pada semester VII dimungkinkan untuk menempuh matakuliah di Prodi S2 di Lingkungan JTSL, diharapkan dalam waktu 4 tahun mahasiswa lulus Program Studi S1, dan dalam waktu 5 tahun sudah lulus S2.

Kompetensi program studi dan lulusan yang dihasilkan dengan adanya program 3 + 1 tersebut diharapkan dapat bersaing secara global.

Perkembangan jaman saat ini mendorong seseorang untuk dapat tampil menonjol dalam suatu bidang tertentu tetapi tetap harus mampu bekerja sebagai generalis dalam berbagai situasi. Semester I sampai semester VI dalam Kurikulum Program Studi Teknik Sipil 2011 dirancang sedemikian rupa sehingga seorang mahasiswa mampu melakukan kompetensi kurikulum baik inti maupun pengkayaannya.
Semester VII dan VIII dirancang untuk memberikan kompetensi khusus. Pada Kurikulum 2011 Prodi TS, pilihan kompetensi khusus yang lebih terkait dengan Lingkungan atau Penyehatan disediakan dengan porsi yang lebih banyak dari kurikulum sebelumnya. Hal ini untuk menampung para mahasiswa yang memilih kompetensi Teknik sipil dengan pengkayaan Teknik Lingkungan atau Teknik Penyehatan lingkungan.

Mahasiswa yang mengambil kompetensi tersebut akan mengambil misalnya matakuliah Teknik Penyediaan Air Minum (2 SKS), Manajemen dan Pengolahan Air Limbah (2 SKS), Manajemen Kualitas Air (2 SKS), Aliran air tanah (2 SKS) dan Hidrologi terapan (2 SKS) yang sangat mendukung Teknik Penyehatan Lingkungan. Ditambahkan dengan kompetensi umum yang dimiliki oleh setiap lulusan (diambil dari semester I sampai VI) maka mahasiswa peminat Teknik Sipil dengan kompetensi tambahan penyehatan lingkungan diharapkan mampu berperan sebagai insinyur Teknik Sipil yang berkompeten dalam perancangan, perawatan, dan operasional infrastruktur sipil dalam bidang Penyehatan Lingkungan.

 

 

 

Catatan : Apabila ada perubahan atau perbedaan informasi, maka yang berlaku adalah yang ada di website resmi UGM.

169 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini